Passion To Nation

 PASSION TO NATION

Hexagon City Ibu Profesional


Passion


Minggu ini hexagon city terasa seru banget loh! Coba tebak ada apa?

Minggu ini kami diajak membangun zona passion. Yes, passion. 

 


Passion dalam Bahasa Inggris bermakna gairah.

Dalam Bahasa Indonesia menurut KBBI, gairah berarti keinginan atau hasrat atau yang kuat.

 

Kebayang kan saat kita  punya passion dalam hal tertentu, kita akan sangat penasaran dan antusias, sehingga kita selalu ingin lebih baik dalam menjalani passion kita.

 

Minggu ini kami diajak menggali apa sebenarnya passion diri kita masing-masing, kami menuliskannya dalam sebuah passion canvas. Dengan passion canvas ini kita dapat melihat beberapa hal, antara lain:

  • Apa sebenarnya passion kita?
  • Sudah sampai dimanakah perjalanan kita dalam menjalani passion ini?
  • Hard skill apa yang kita perlukan?
  • Soft skill apa yang kita perlukan?
  • Apa saja tantangan yang kita hadapi?
  • Bagaimana solusi untuk mengatasi tantangan yang ada?
  • Ide apa yang ada dan ingin kita wujudkan?
  • Project apa yang ingin kita lakukan kedepan?

 

My Passion
 

Passion Canvas ku

 

Passion canvas ini membuat saya flashback sebentar ke belakang, melihat ke diri sendiri apa saja ya passion saya? Saya listing beberapa passion saya, kemudian beberapa saya coret, kenapa? karena setelah ditelaah lagi, yang saya kira itu sebuah passion, ternyata beberapa hanyalah hobi bukan passion.


 

Passion Canvas Dwi

Taraa, inilah passion canvas ku!

Passion to Nation

Setelah kita membuat passion canvas masing-masing, kami membawanya ke pertemuan co-housing. 


Dalam co-housing ibu dan anak, tempat dimana saya tinggal selama 6 bulan ke depan, saya menemui teman-teman yang mempunyai passion berbeda, namun saling beririsan.

 

Di dalam co-housing kami saling berdiskusi untuk menghasilkan sebuah project yang bermanfaat,  kami menyebutnya Semesta Bermain Bahagia.

 

Nggak sabar banget nih untuk lanjut ke tahap selanjutnya bersama teman-teman co-housing, untuk menggodok materi dan menjalankan projek kami kepada internal co-housing dan kepada hexagon city.



Seru kan yah perjalanan di hexagon city minggu ini! Saya menjadi memahami lagi, apa yang sudah, belum dan ingin saja jalani. 



Kalau kamu? Apa nih passion mu?


#HexagonCity

#Hexagonia

#ProjectPassion

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional


Read More

Blog Impianku


Me and My Dream Blog




Belajar Nge-blog




Me & my dream



Setiap manusia pasti mempunyai mimpi yah? Siapa yang tidak punya mimpi? Bahkan Doraemon pun ingin ini, ingin itu banyak sekali. Hehehe.


Lalu apa mimpiku? Banyak banget kayak si Doraemon kayaknya, tapi Saya nggak punya kantong ajaib untuk mengabulkan dengan seketika, hehe. Cara saya mewujudkan mimpiku salah satunya adalah dengan belajar, berusaha dan berdoa.


Yap, sekuat apapun usahamu tanpa izin Tuhan, tak akan terwujud.


Saya adalah salah seorang yang percaya akan suatu mimpi, jika mimpi itu sesuatu hal yang positive. Beberapa kali Saya mengalami kejadian yang memang sudah Saya impikan sejak lama. Betapa bersyukurnya Saya.


Masih banyak mimpi yang belum terwujud, namun Saya percaya, jika Saya berusaha dan berdoa, Tuhan akan memberikan jalannya.



Jangan takut bermimpi, karena mimpi itu yang akan menuntunmu ke jalan yang kamu tuju. Tapi jangan hanya bermimpi, lakukan sesuatu untuk menggapai mimpimu.





Dream until your dreams come true

Dreams don’t work until you do





My Dream Blog


Sudah lama sekali ingin nge-blog, tentunya Saya punya blog impian. Ingin jadi seperti apakah blog impianku? Ingin yang kayak gini, kayak giyu, Banyak! hehe , maruk amat ya Saya.


Saya tuh punya keinginan punya beberapa blog yang isinya tentang segala hal yang Saya suka. Saya pengen punya blog tentang parenting, babywearing, musik dan tentang random things yang Saya alami sehari-hari.


Namun Saya sedang dalam proses belajar, baiknya Saya fokus ke satu dulu saja. Jika memang sudah cukup lancar mengelola satu blog, mungkin Saya akan mewujudkan yang lainnya.


Blog yang sudah Saya coba buat adalah tentang parenting dan babywearing di alamat https://babywearingwithlove.blogspot.com . Ini bener-bener project trial and error banget. Tapi bismillah yaa, semoga proses belajar ini dapat bermanfaat.


Berbicara tentang blog impian, Saya membutuhkan blog plan, agar proses kerja menjadi lebih efektif.



Blog Plan



Rancangan Blog Impianku




Ini adalah blog plan ala Saya ya, namanya juga masih belajar, masih perlu saran dan kritik dari temen-temen semua, yang mau kasih masukan boleh banget lho yaah, hehe.




  1. Platform

Ada banyak aplikasi atau platform gratis yang tersedia untuk membagikan tulisan kamu, beberapa diantaranya mudah digunakan karena dilengkapi dengan panduan penggunaan.

Beberapa platform gratis, diantaranya:


  • blogger.com
  • livejournal.com
  • medium.com
  • pen.io
  • penzu.com
  • postach.io
  • tumblr.com
  • webs.com
  • weebly.com
  • wix.com
  • Wordpress.com


Untuk proses belajar ini Saya memilih platform blogger.com, karena sejak saat pertama kali nge-blog dulu, saya jatuh cinta sama blogger.com ini, karena fiturnya mudah dipahami oleh orang awam.

2. Niche
 
Niche adalah tema atau topik khusus pada suatu blog. Suatu blog ada yang gado-gado, semua topik ada, itu sah sah saja. Ada juga blog yang fokus di satu niche atau topik. Beberapa niche yang populer antara lain:


  • Finance
  • Kecantikan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Parenting
  • Teknologi
  • Travel


Niche pilihan saya adalah parenting, dengan babywearing didalamnya. Why? Karena saya memang sedang belajar tentang dunia parenting dan babywearing, sebagai bekal saya menjalani peran sebagai seorang ibu.



3. Breakdown Niche

Untuk memberikan gambaran mengenai blog impian saya, saya harus memecahnya lagi ke beberapa bagian lain.


  • Judul Blog

Saya ingin blog saya mempunyai judul, Babywearing With Love.

Babywearing atau menggendong adalah salah satu bentuk dari attachment parenting, dimana ini adalah salah satu bentuk pengasuhan anak yang dilakukan lebih dari sekedar menerapkan aturan ketat, namun lebih menggunakan naluri alamiah, intuisi orang tua dan dilakukan dengan cinta.



  • Tagline Blog

Saya menyukai kalimat, “Happy Parents, Happy Kids”.

Jika orang tua dalam keadaan bahagia, bersyukur dengan segala keadaan, dia akan bisa mengasuh anak dengan cara yang menyenangkan, energy positif dari orang tua akan mengalir ke anak, anak akan tubuh menjadi anak yang bahagia.


Kebahagiaan anak adalah sesuatu yang penting dalam pengasuhan. Anak yang bahagia akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mandiri, mudah bersosialisasi, positif, optimis dan penuh motivasi.


Sumber kebahagiaan anak adalah orangtuanya.


  • Meta Deskripsi

Informasi singkat yang ingin saya sampaikan pada link hasil pencarian blog saya adalah :

Pelajari selengkapnya metode pengasuhan anak dengan cara menggendong yang aman dan nyaman.



  • Logo



Logo Babywearing with love




Logo yang saya gunakan adalah sebuah foto ibu menggendong anak, yang mana sebenarnya ini adalah foto saya sendiri dan Andien anak saya. Dalam logo tersebut ibu dan anak tersenyum, menggunakan pakaian dan gendongan berwarna cerah, yang menggambarkan kebahagiaan ibu dan anak.



  • Header Blog



header blog


Header cukup simple menampilkan judul, tagline dan logo. Warna yang digunakan adalah warna cerah, agar memberikan rasa bahagia bagi yang melihatnya.


  • Label/kategori

Label yang ingin saya gunakan di “my dream blog” antara lain:
  • Parenting
  • Babywearing
  • Babycarrier
  • Cerita
  • Komunitas
  • Belajar


  • Portfolio

Saya Dwi Sumartini, background pendidikan saya di Manajemen Informatika. Pernah bekerja di beberapa bidang antara lain, bidang F&B, Retail, Jasa, Import & Distribution.


Sejak sebelum melahirkan anak pertama, sering mengkuti kelas dan seminar parenting online dan offline.


Sangat tertarik ke dunia babywearing. Telah menyelesaikan Basic Course, Advance Course dan Certification Course Babywearing dari Die Trageschule Dresden Germany.


Beberapa kali mendapat undangan untuk menjadi pembicara di seminar dan kelas ibu yang diadakan oleh komunitas atau lembaga swasta yang concern mengenai dunia ibu dan anak.


Belajar blogging otodidak sejak masih sekolah, baru mulai belajar secara serius di tahun 2020.


Mengikuti kelas blog:
  • Blog Course Batch 1 di Lingkar Penulis
  • Blog Course batch 2 di Komunitas ISB
  • Blog Course batch 1 di Blogspedia


  • Domain

Kalau nanti saya mempunyai kesempatan dan rejeki, saya ingin sekali mempunyai domain : www.dwist.com atau www.dwisumartini.com



  • Template Blog

Saya ingin blog saya mempunyai tampilan yang simple saja, dengan background warna putih atau warna-warna soft polos, dengan tanda berwarna di bagian menu.


Template yang sudah saya pakai hari ini sebenarnya adalah yang saya inginkan, namun saya masih kesulitan dalam penataan letak dan detailnya, masih butuh banyak belajar disini.


Sambil jalan saya akan membenahi template blog saya, agar lebih menarik, lebih responsive, dapat diakses melalui seluler ataupun computer dengan nyaman oleh pembaca.




building my blog



Begitulah gambaran dari blog impian saya. Saya masih perlu belajar banyak untuk dapat mewujudkan blog yang tidak hanya cantik secara tampilan, namun juga berisi konten yang bermanfaat untuk pembacanya.


Semoga semangat di hari ini tidak luntur, tetap konsisten dan semangat mewujudkan MY DREAM BLOG !


Doakan saya ya teman-teman. :)


Read More

Why Blogging : Mengapa Ingin Menjadi Blogger ?

 

Why Blogging : Alasan Mengapa Ingin Menjadi Blogger
Why Blogging : Alasan Menjadi Blogger

WHY BLOGGING

Mungkin pertanyaan ini sering terlintas dibenak teman-teman yang belum memulai untuk menulis di blog, Kenapa sih nge-blog? Why Blogging? Kenapa sih pengen jadi blogger?
 
Dahulu kala saat saya masih dibangku sekolah pernah terlintas pertanyaan ini?

“Kenapa si nge-blog? Kan ada banyak media lain?

“Kenapa sih sharing di blog? Apakah aman jika kita berbagi cerita di blog?”

Saya adalah pengguna internet sejak SD, dahulu masih belum punya telepon seluler ataupun akses internet dirumah, jadi saya mengakses internet di warung internet atau sering disebut warnet.


Saya cari tau tentang blog dari internet, yang kemudian saya memberanikan diri untuk nge-blog secara otodidak. Waktu itu saya menulis di blogdetik, blogspot dan tumblr.

 
Pada waktu itu alasan saya nge-blog adalah untuk curhat. Isi blognya adalah curhatan anak baru gede, nggak jauh jauh dari cinta-cintaan, musik, sekolah dan persahabatan.


Semakin dewasa, saya mulai menyadari bahwa ngeblog ini manfaatnya bukan hanya bagi penulisnya saja, namun isi atau tulisan di dalam blog ini juga bisa bermanfaat bagi para pembacanya.
Saya ingin suatu saat nanti tulisanku bisa bermanfaat buat orang lain yang membaca.

Saya menyadari itu saat saya sedang vacum nge-blog, namun masih selalu mencari informasi di internet. Seringkali sesuatu yang saya cari di mesin pencarian, ditemukan di sebuah halaman blog.

Disitu saya mulai menyadari.

“Oh, blog nggak hanya berisi curhatan saja nih. Tapi bisa buat sharing ilmu dan pengalaman”

Memulai Kembali


Di tahun 2016 pas saya resign dari kantor, menjelang kelahiran anak saya yang pertama, saya sempet membuat blog dengan tujuan sharing dunia pengasuhan di alamat https://dwistshop.blogspot.com/ .


Namun ternyata, blog itu terbengkalai begitu saja karena kesibukan menjalani kehidupan baru menjadi seorang ibu.


Di 2018 saya mulai nge-blog kembali, mulai banget dari nol. Di tahun itu saya mendapat support dari suami saya. Suami saya yang memulai membuatkan akun dan mendesainkan awal tema halamannya.


Di tahun 2018 ini, alasan saya nge-blog adalah untuk berbagi pengalaman dunia parenting dan babywearing, yang mana saya telah menyelesaikan Certification Course dari sebuah sekolah Babywearing.

Saya ingin menulis sesuatu yang saya sudah merasakan manfaat baiknya, agar lebih banyak orang lain juga merasakannya.


Namun terjadi kembali, saya sibuk dengan kegiatan saya, blog itu kembali vakum, setelah ada sekitar 4 postingan.

Memulai itu memang mudah, namun mempertahankan dan menjaga konsistensi itu tidaklah sama.

Di tahun 2020, datanglah pandemi covid-19. Kegiatan saya yang biasanya mengharuskan saya wira-wiri antar kota antar provinsi harus istirahat sementara. Saya banyak mengabiskan waktu dirumah, dengan kegiatan yang sama namun dengan media online.

Disitu saya terfikir kembali, saya harus memulai kembali ngeblog.

Tapi saya gak mau asal ngeblog, saya harus belajar dulu. Saya mengutarakan keinginanku ke suami dan suami support.


Saya mendaftarkan diri di sebuah blog course yang diadakan oleh Lingkar penulis. Selang beberapa waktu Komunitas ISB membuka blog course, dan dengan mantap saya mendaftar.
 
Rasanya semangat sekali saya belajar dari beliau-beliau yang sudah lama menekuni bidang ini. Banyak insight yang saya dapatkan tentang dunia blog ini.
Semakin saya belajar, semakin banyak rasa ingin tahu saya.

Setelah kedua blog course tersebut selesai, saya mulai belajar mengaplikasikannya.

Masih banyak yang saya ingin tahu. Bagaimana caranya agar bisa begini begitu. Makin besar dan kuat alasan saya menjadi blogger, makin mantap dengan the big why blogging saya.

Kemudian ada seorang teman di whatsapp group membagikan suatu informasi tentang blog course di Blogspedia Coaching for Newbie, mata saya berbinar.
 
Saya pun mendaftar, dan alhamdulillah, saya terpilih menjadi salah satu pesertanya. Kesempatan saya untuk belajar kembali, memperluas wawasan untuk dapat nge-blog dengan lebih baik.

TIME MANAGEMENT

Blogger Perlu Belajar Tentang Time Management
Blogger Perlu Time Management

 

Manajemen waktu adalah hal yang penting buat saya pribadi. Karena saya tidak hanya mempunyai tanggung jawab untuk urusan keluarga (domestik), namun saya juga mempunyai kegiatan di luar rumah.


Jika saya tidak dapat mengatur waktu dengan baik, akan terjadi suatu kekacauan, hehe. Bisa jadi anak saya akan merasa terabaikan, jika saya terlalu mengurus urusan diluar keluarga dan juga sebaliknya.

 
Saya bersyukur sekali mempunyai suami dan anak saya Andien yang sangat mensupport saya dalam saya berkegiatan diluar rumah. Mereka adalah support system yang terbaik sehingga saya tetap dapat melaksanakan urusan rumah tangga dan dapat juga beraktifitas di komunitas.


Saat saya memulai ngeblog lagi saya sadar, saya harus lebih disiplin terhadap managemen waktu. Agar sesuatu yang saya niatkan ini tidak berakhir sama seperti sebelumnya, Hehe jangan deh yaa.


Dalam manajemen waktu saya, saya mempunyai beberapa poin yang selalu saya pertimbangkan.

1. Mengetahui Tujuan
Saya harus mengetahui tujuan dari apa yang saya kerjakan.
Apa visi dan misi dari sesuatu yang saya jalani. Ini akan menguatkan saya,
ketika dalam perjalanan saya merasa lelah, saya mempunyai alasan untuk berjalan kembali,
jika saya sudah tahu apa tujuannya.

2. Skala Prioritas
Sebelum menjalankan sesuatu saya selalu mempertimbangkan skala prioritas.
Mana yang mendesak, mana yang tidak mendesak, mana yang penting dan
mana yang tidak penting. Ini membantu saya agar lebih efektif dalam mengerjakan sesuatu.



Why Blogging Perlu Skala Prioritas Dalam Keseharian
Why Blogging Perlu Skala Prioritas



3. Membuat jadwal
Membuat jadwal harian, mingguan dan bulanan akan membuat kita lebih teratur.
Jadwal ini saya sering catat menggunakan smart phone saya, yang terkoneksi dengan calender.
Agar bisa saya setting reminder untuk event-event tertentu.

4. Konsisten
Apalah arti jadwal harian yang telah kita buat kalau tidak kita jalani, hehe, sia-sia bukan?
Untuk itu, kita harus disiplin dan konsisten dalam menjalaninya.
Ingat kembali apa tujuan kita saat memulainya. Itu akan menguatkan kita agar selalu konsisten.


Perjalanan saya belajar mengenai blog, mungkin masih panjang. Masih banyak yang ingin saya ketahui dan pelajari mengenai blog. Sambil terus belajar mewujudkan blog impianku, saya akan memulai konsisten menulis, minimal seminggu 1 postingan.
 
Dengan mengingat the big why blogging, saya akan mengingat alasan saya ingin menjadi blogger. Hal ini semoga dapat menjaga konsistensi saya dalam menulis di blog. Kalau kamu, alasan apa yang membuatmu menulis di blog?

Read More

Pemilu Hexagon City

 Pemilu di Hexagon City

 
 
pemilu hexagon city


Pemilu di Hexagon City? 

Yes bener banget, di Hexagon City perkuliahan Bunda Produktif Ibu Profesional diadakan pemilu untuk memilih walikota. Keren banget kan ya? Saya masih merasa terkaget kaget sejak awal kelas ini dimulai.


Yang pertama bikin saya kaget itu adalah waktu opening, visual grafis yang ditampilkan di platform yang kami pakai untuk belajar sangat bagus. Dalam hati saya bilang, "Keren nih, yang bikin pasti uda jago banget desain grafis dan animasi 3d nya".

 

Membangun Struktur Organisasi Kota

Struktur organisasi kota

Hexagon city ini beneran keren, meski kita ini dalam dunia online, namun strukturnya begitu detail dan rinci. Di awal kami para hexagonia diperkenankan membuat hexagon house, yang mana saya posting sebelum ini. 

 

Kemudian kami berkumpul dengan 10 orang yang mempunyai passion yang sama untuk membentuk co-housing. Seru banget gak si, punya tetangga yang punya passion yang sama. Ngebayangin andai ini terjadi di dunia nyata, seru banget pasti. Dan saya masuk kedalam co-housing ibu dan anak. Makin semangat untuk belajar lebih dalam tentang dunia ibu dan anak.

 

Setelah terbentuk co-housing dengan masing-masing leadernya, keseruan berlanjut dengan pemilihan umum walikota Hexagon City.

 

Kampanye

 
kampanye hexagon city

Kampanye di hexagon city itu tertib dan sopan banget. Biasanya klo denger kata kampanye itu kan pihak sana jatohin yang sini, yang sini jelekin yang sana. Klo di Hexagon City, masing-masing kandidat mengikuti peraturan dengan tertib, tidak ada yang black campaign. 

 

Para kandidat walikota diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi masing-masing diwaktu yang ditentukan. Busyet deh, visi dan misinya keren semua. Dengan background pengalaman yang berbeda, mereka ingin membawa Hexagon City ke peradaban yang sangat baik. 

 

Saya awalnya bingung, aduh mau pilih yang mana yah, bagus semua. Saya mendukung semua kandidat walikota, karena semua punya visi dan misi yang bagus, punya pengalaman yang segudang banyaknya. Namun setelah melihat semua video live pemaparan mereka, saya akhirnya memutuskan satu nama yang saya coblos di pemilu, hehe.

 

Pemilu

 
Pemilu di Hexagonia

Pemilu di Hexagon City dilaksanakan secara online di hari Senin, 5 Oktober  2020 jam 07.00 WIB sampai dengan 6 Oktober 2020 jam 20.00 WIB. Saya sebagai warga hexagonia yang memilih peran sebagai penggembira harus ikut dong ya memberikan hak suara saya.

 

Di hari Senin kemarin, setelah menyelesaikan tugas negara (dibaca: momong, nyuci, masak) saya nyalain komputer saya dan membuka halaman PEMILU HEXAGONIA.


Dan taraaa.. saya sudah memilih!


Bismillah, semoga siapapun walikota yang terpilih nanti, akan amanah menjalankan tugasnya di Hexagon City. Amien Yaa Rabbalalamin.


Seru banget kan ya, pemilu di Hexagon City ini, gak hanya jujur dan adil, tapi juga asyik. Nggak sabar nih, ada kejutan apalagi nih setelah tahapan membangun struktur organisasi kota. Let's see gaes!


#HexagonCity

#Hexagonia

#KuliahBundaProduktif

#InstitutIbuProfesional

Read More

Hexagon City : Bunda Produktif Ibu Profesional Batch 1


Hexagon City : Bunda Produktif Ibu Profesional Batch 1


Alhamdulillah setelah melalui perjalanan panjang, sampailah juga saya ke tahapan Bunda Produktif Ibu Profesional. Nggak nyangka banget loh bisa sampai disini, karena challenge di tiap tahapan itu sungguh tidaklah mudah, jadi aku bisa sampai di kelas ini rasanya bersyukur banget. 

 

Kita flashback sebentar, tahapan apa saja yang harus dilalui untuk bisa ikut belajar di kelas Bunda Produktif Ibu Profesional.

 

Tahapan Belajar di Ibu Profesional

Di Minggu ini kelas Bunda Produktif telah dimulai. Founding Mother kami, Ibu Septi Peni Wulandari, telah memberikan sambutan dan pemaparan tentang bagaimana kelas ini akan berjalan.

 

 

Awal ngikutin live nya, rasanya deg-degan banget, penasaran, kita mau ngapain ya di tahapan ini? Dan ternyata setelah live pertama berakhir dan dilanjut ke unit selanjutnya, rasanya exited banget, pengen segera ikut alur belajar di Bunda Produktif ini.

 

 

Hexagon City

 

Di Bunda Produktif batch 1 ini diawali dengan pengenalan istilah yang akan dipakai, antara lain adalah Hexagon City dan Hexagonia. Hexagon City adalah suatu kota peradaban yang akan dibangun bersama oleh para peserta kelas Bunda Produktif.

Sedangkan Hexagonia adalah sebutan bagi warga Hexagon City. 

 

Hexagonia


Hexa House

Sebelum jauh kita melangkah membangun Hexagon City, masing-masing Hexagonia diperkenankan membangun hexa housenya. Hexa house yang dibangun ini disesuaikan dengan passion setiap warga.


Saya mencoba membuat hexa house saya menggunakan House - Planner 5D di komputer. Beberapa kali sempat acak-acakan bentuknya, kemudian saya susun kembali sesuai dengan keinginan saya, dan beginilah hasilnya, taraaaa.

 

Hexa house by Dwi Sumartini

 

Saya sendiri kaget lho, ini desain rumah kok kayak yang aku impikan ya, hehe. Semoga suatu saat nanti jadi beneran ya, sekarang punya gambarnya aja dulu, hehe. Yuk mari kita bahas per bagian.

 

Teras rumah

teras rumah

Saya suka dengan teras yang simple, dimana ada kursi untuk duduk dan ada space untuk beberapa pot tanaman.


Ruang tamu & ruang makan

Ruang tamu & ruang makan

Saya menyukai ruang tamu dan ruang makan yang tidak bersekat, sehingga ruangan ini terasa luas. Sangat menyenangkan jika ada teman-teman atau keluarga besar datang, kita bisa berkumpul, ngobrol santai di sofa ruang tamu sambil nonton tivi atau sambil makan bersama di meja makan. 

 

Ruang tamu

 

Ruang tamu dengan sofa yang besar agar dapat menampung banyak tamu yang datang. Saya suka berkomunitas, saya senang jika kami berkumpul untuk belajar bersama atau untuk membicarakan suatu event yang akan kami kerjakan.

 

ruang makan

 

Ruang makan, dengan meja yang cukup besar dan kursi yang cukup banyak, dengan alasan, saya ingin setiap tamu yang datang merasa nyaman untuk ikut makan bersama dengan kami, sambil memandang halaman belakang rumah. 

 

Kamar Tidur

kamar tidur

Kamar tidur yang simple dengan kasur, televisi dan jendela yang besar agar cahaya dapat masuk di siang hari. Televisi sebagai sarana hiburan disaat sedang lelah beraktifitas.

 

Ruang Kerja & Ruang Serbaguna

 

ruang kerja

ruang serbaguna

Setiap hari saya memerlukan sebuah komputer dan akses data internet untuk mengerjakan banyak hal. Saya memerlukan space khusus untuk berkarya, nah saya ciptakanlah ruangan ini. Di ruangan ini ada meja dan komputer, saya sekat dengan partisi transparan dengan ruang serbaguna.

 

Ruang serbaguna ini bisa digunakan untuk bermain dan belajar anak saya yang masih balita, bisa untuk meet up komunitas dan bisa juga digunakan untuk kegiatan babywearing saya, private class ataupun one on one consultation.


Ruangan ini seperti tempat saya untuk berkarya, menjadi produktif. Ya Allah, semoga suatu saat nanti aku punya yang seperti ini yaa, biar gak bingung booking meeting room untuk bikin private class, Amien Yaa Rabbalalamin.

 

Dapur, Kamar Mandi & Ruang laundry

 

Dapur, kamar mandi, ruang laundry

Kamar mandi yang simple dan tidak terlalu besar, agar bersihinnya mudah, hehe. Dapur yang simple dan nyaman, agar saya termotivasi untuk selalu masak setiap hari.

 

Ruang laundry yang berdekatan, agar saya menjadi lebih rajin setrika. Jujur saja, saya ini termasuk orang yang lebih suka nyuci baju daripada setrika, hehe. 

 

Saya belum terampil setrika, setrika satu baju itu butub beberapa menit, apalagi jika udah numpuk gitu, ulala makin lama deh. Karena itu saya butuh ruangan laundry tersendiri, agar setelah selesai mencuci, langsung saya setrika kemudian simpan dilemari. Sehingga tidak ada kasus setrikaan menumpuk, hehe.

 

 Halaman Belakang

Halaman Belakang

 

Sebenarnya pengennya mempunyai rumah dengan halaman depan belakang dan samping yang luas, biar makin banyak tanaman yang bisa ditanam,karena saya suka sekali berkebun. Namun jika lahan terbatas, paling tidak saya punya sedikit lahan untuk tempat bermain anak dan untuk berkebun.

 

Di desain hexa house saya, saya ciptakan teras kecil dengan kursi dan meja, sebagai tempat santai sambil mengawasi anak yang sedang bermain di belakang rumah. Ada rerumputan hijau dan sedikit lahan untuk saya menyalurkan hobby berkebun saya.

 

Seru deh, permulaan kelas Bunda Produktif ini. Rasanya semakin gak sabar untuk lanjut ke minggu berikutnya. Besok belajar apalagi ya? 😉




Read More

Menggendong Bayi Yang Aman dan Nyaman


Menggendong Bayi Yang Aman dan Nyaman


Menggendong bayi merupakan aktifitas yang lazim dilakukan oleh para orangtua, baik itu menggunakan alat bantu berupa gendongan ataupun langsung menggunakan tangan.

 

Pernah membandingkan tidak, menggendong bayi hanya menggunakan tangan dengan menggendong bayi menggunakan alat bantu gendongan? Bagaimana rasanya?


Kalau saya pribadi, menggendong bayi langsung dengan tangan memang praktis, bisa mudah merubah posisi bayi, namun akan cepat terasa pegal jika durasi menggendongnya agak lama. Sedangkan menggendong bayi menggunakan alat bantu gendongan, membuat saya lebih nyaman meski menggendong dengan durasi lebih lama.

 


Dalam ilmu menggendong, kegiatan menggendong anak dengan menggunakan sehelai kain atau alat gendong lainnya disebut dengan istilah Babywearing. (Dr. Rosie Knowles,2016)


Menggendong bayi bukanlah suatu trend yang baru, ini adalah budaya yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, hanya saja, seiring berjalannya waktu melalui pengalaman dan penelitian, muncullah ilmu pengetahuan tentang menggendong bayi yang aman dan nyaman.

 


Jika kita berjalan-jalan disekeliling lingkungan, akan banyak para orang tua menggendong bayi dengan gendongan yang beraneka ragam bentuknya, ada yang menggunakan kain jarit, ada yang menggunakan kain panjang, ada yang menggunakan gendongan yang seperti ransel dan masih banyak bentuk lain.

 


Ya, sekarang ini ada banyak jenis gendongan yang beredar di masyarakat kita, harganya pun beragam, ada yang puluhan ribu dan ada juga yang harganya jutaan. Kemudian ada pertanyaan?


Apakah gendongan itu aman untuk menggendong bayi?

Di postingan kali ini saya akan membahas keamanan dalam menggendong bayi dari 3 sumber, yaitu:

  1. Handbook Die Trageshule Dresden Germany, ini adalah sekolah babywearing dimana saya belajar
  2. TICKS dari The Consortium of UK Sling Manucfaturers and Retailers
  3. ABCs Babywearing Safety dari Babywearing Internasional

 

What is really important during carrying & why?


Ada tiga kriteria mendasar yang menjadi karateristik menggendong yang benar:


  1. The Sling 

    gendongan harus diikat cukup erat sehingga bayi terpeluk dan tersupport dengan aman dan nyaman dalam gendongan

  2. The Legs 

    kaki bayi harus tetap dalam posisi spread-squad bahkan bayi santai

  3. The Position of the baby 

    posisi bayi harus membantu menjaga suhu tubuh optimal ketika bayi digendong. Bayi seharusnya tidak berada dalam bahaya saat digendong, tidak kedinginan atau kepanasan

 


The spread-squat position


Dalam menggendong bayi, spread-squat position atau lebih dikenal dengan istilah m-shape sering menjadi perbincangan para orangtua. 

 

Bagaimana sih posisi spread-squat yang benar?

Punggung dan pinggul bayi

 

M shaped position babywearing / spread squat position

  • punggung bayi agak melengkung dan sendi pinggul menghadap ke depan. Posisi spread-squat sangat cocok untuk bayi secara natural
  • jika kaki bayi menggantung, tulang belakang dipaksa menjadi hiperlordosis non-fisiologis ("hollow back")
  • selain itu, postur spread-squat menempatkan sendi panggul di posisi optimal mereka. Tulang paha (Femur) terletak di tengah soket panggul. Gerakan yang terjadi saat bayi digendong mendorong pertumbuhan sendi panggul.

The rule of thumb saat menggendong adalah: lutut bayi harus sejajar dengan pusarnya

TICKS Babywearing

TICKS Babywearing pic  http://babyslingsafety.co.uk/
 
 

The Consortium of UK Sling Manucfaturers and Retailers menyusun sebuah prinsip keamanan dalam menggendong, TICKS.

TICKS Babywearing - Keamanan Menggendong Bayi

Yuk kita bahas satu-satu

Ticks Babywearing - TIGHT / Ketat
 

TIGHT  

Ketat/ Anak serasa dipeluk

Original term : 

slings and carriers should be tight enough to hug your baby close to you as this will be most comfortable for you both. Any slack/loose fabric will allow your baby to slump down in the carrier which can hinder their breathing and pull on your back 

gendongan disarankan cukup rapat memeluk bayi sedekat mungkin karena ada anggapan bahwa ini adalah posisi paling nyaman untuk berdua (baik penggendong maupun bayi yang digendong). kain yang longgar atau berlipat berpotensi menyebabkan bayi merosot (slumping) didalam gendongan dimana dapat menghalangi napas dan menarik punggung kita kedepan .

 

 

 

Ticks Babywearing - in view all the times

IN VIEW ALL THE TIMES

Anak dapat diamati setiap waktu

Original term :

you should always be able to see your baby’s face by simply glancing down. The fabric of a sling or carrier should not close around them so you have to open it to check on them. In a cradle position your baby should face upwards not be turned in towards your body.

 

Penggendong harus bisa melihat wajah bayi dengan langsung melihat. Kain dari gendongan tidak boleh menutup wajah bayi dimana penggendong perlu membuka kain itu untuk mengecek keadaan bayi. Dalam gendong craddle /gendong baring wajah bayi tidak boleh menghadap langsung ke badan penggendong.

 

 

Ticks Babywearing - close enough to kiss
CLOSE ENOUGH TO KISS 

Cukup Dekat Untuk Dicium

Original term :

your baby’s head should be as close to your chin as is comfortable. By tipping your head forward you should be able to kiss your baby on the head or forehead


Kepala bayi disarankan untuk sedekat mungkin dengan dagu kita karena posisi itu diasumsikan nyaman. Dengan menunduk seharusnya penggendong bisa mencium bayi di kepala atau dahi.

 

 

 

Ticks Babywearing - Keep chin off the chest


KEEP CHIN OFF THE CHEST

Cegah Dagu menempel ke dada

Original term :

a baby should never be curled so their chin is forced onto their chest as this can restrict their breathing. Ensure there is always a space of at least a finger width under your baby’s chin.


Bayi jangan pernah dalam posisi melengkung sedemikian rupa sehingga dagu nya menekan dada/jantungnya karena ini bisa menghambat napas. Pastikan ada jarak setidaknya 1 jari antara dagu bayi dengan dada bayi

 

 

 

Ticks babywearing - Supported back

 

SUPPORTED BACK

Gendongan menyangga punggung anak

 

Original term :

in an upright carry a baby should be held comfortably close to the wearer so their back is supported in its natural position and their tummy and chest are against you. If a sling is too loose they can slump which can partially close their airway.(This can be tested by placing a hand on your baby’s back and pressing gently - they should not uncurl or move closer to you.) A baby in a cradle carry in a pouch or ring sling should be positioned carefully with their bottom in the deepest part so the sling does not fold them in half pressing their chin to their chest



Pada posisi gendong upright / gendong tegak, bayi harus dipegang/digendong dekat pada penggendong sehingga punggungnya tertopang pada posisi naturalnya dan perut serta dadanya menempel pada penggendong. Kalau gendongan tipe sling terlalu longgar, bayi bisa merosot yang dapat mengakibatkan tertutupnya jalan napas. (ini bisa di test dengan cara menekan lembut punggung bayi , bayi seharusnya tidak berubah posisi menjadi lebih tegak atau tidak makin mendekat ke penggendong)


ABCs Of Babywearing Safety

 

ABCs Babywearing Safety - Babywearing International

 

Babywearing International menyusun keselamatan dasar dalam menggendong dengan istilah ABCs of Babywearing.

ABC Babywearing - keamanan menggendong bayi

Pastikan jalan napas anak Anda tetap terbuka sepanjang waktu saat menggendong bayi. 

Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan menjaganya dalam posisi tegak (upright), cukup tinggi di tubuh Anda untuk memantau pernapasan dan memastikan bahwa dagunya tidak menempel di dadanya. 

 

Babywearing International merekomendasikan agar bayi hanya digendong dalam posisi horizontal atau cradle position saat menyusui secara aktif (jika diinginkan) dan kembali ke posisi tegak atau vertikal segera setelah selesai menyusui. 


Penting juga bahwa gendongan Anda menopang leher dan punggung bayi.

Idealnya bayi harus digendong dengan lutut lebih tinggi dari pantatnya dengan kaki dalam posisi spread squat / m shape dan kain gendongan menyangga dari lutut ke lutut, untuk anak toddler posisi knee to knee ini tidak mutlak, namun lebih kepada kenyamanan anak.

 

Gendongan yang ergonomis (baik ssc, ringsling, asian-style carrier, wrap dll) akan memberikan dukungan yang lebih baik untuk bayi dan juga akan lebih nyaman bagi pengasuh.

 

Selalu periksa gendongan Anda apakah ada keausan atau kerusakan sebelum digunakan.

Periksa apakah ada yang rusak, jahitan longgar, kain usang, dll. Belilah gendongan dari produsen dapat memastikan bahwa gendongan memenuhi semua standar keselamatan dan pengujian.

 

Berlatih semua gendongan

Berlatih gendong depan, gendong samping atau gendong belakang. Jika berlatih gendong belakang untuk pertama kali, mintalah bantuan orang lain untuk mengawasi, berlatih di dekat tempat tidur atau sofa, berlatih menggunakan boneka dahulu sampai Anda benar-benar yakin. 

 

Pertemuan komunitas babywearing adalah tempat yang tepat untuk mempelajari keterampilan baru dengan bantuan dari seorang Babywearing Educator. Dalam kebanyakan kasus, yang terbaik adalah merasa nyaman dengan gendong depan sebelum mencoba gendong belakang.


Jika anda membutuhkan konsultasi mengenai babywearing, bisa mengontak saya di direct message instagram @dwist89 yaa. Atau bergabung di kelas online ataupun offline yang diadakan oleh komunitas DIY Babywearers untuk yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta atau di Magelang Babywearers bagi yang berdomisili di Magelang, Muntilan dan sekitarnya.


Selalu gunakan common sense (akal sehat) saat menggendong bayi.

Gendongan bayi bukanlah pengekang anak atau alat keselamatan dan tidak boleh digunakan saat berkendara. Hindari menggendong bayi dalam situasi di mana tidak aman untuk dilakukan.

 

Apapun merk dan jenis gendongan yang anda pakai, ingat selalu prinsip keamanan dalam menggendong bayi.

 

Happy Babywearing 😘

Read More